baiu
-
12:27:21 am on Januari 28, 2008 | # |
Siapa kamu
Berani maafkan dia
Siapa kalian
Mengajak kami maafkan dia
Kalian bilang dia hebat
Kalian puja dia bak pahlawan
Sebab dulu kalian makan darinya
Kamu ajak aku
Maafkanlah
Kamu dan aku, kita
Tak merasakanTanyalah mereka
Tanyakan!
Tentang maaf untuknya
Tanya pada mereka yang rumahnya jadi tol
Berapa harga yang mereka dapat
Tanyakan Pram
Kenapa sehingga ia di Buru sana
Tanyakan keluarga Thukul
Yang hidup dalam kabut pastiAh… jika Soe masih hidup
Mungkinkah ia lantang teriak
Sebab perubahan tak jauh beda
Mungkinkah ia ikut bersama mereka
Sebab pengasingan lebih baik baginya
Dari segala kemunafikanBapak
Kalian sebut dia bapak
Seorang bapak
Mendengar suara anak-anaknya
Dengarkah ia pada jerit darah Elang
Yang rebah dengan roti pada tangannya
Pantaskah ia seorang bapakIni bukan cuma tentang kamu
Tentang kalian, tentang kita
Bukan!
Ini tentang suara-suara mereka
Yang dibungkam
Tentang keluarganya
Yang tak pernah mendapat pastiDia memang hebat
Sungguh hebat
Untuk sembunyikan taring serigalanya
sampai hayatnyaEnschede0108 (c) Bhayu Prasetya



Kanguru Pohon 12:46 am on 28 Januari 2008 | #
Puisi yang cukup menyindir di tengah suasana massa saat ini. Janganlah terbawa suasana duka sehingga kita melupakan dan menghapus keadilan yang terus dicari. Hukum harus tetap berjalan.