baiu
-
09:44:34 pm on Agustus 28, 2008 | # |
Pernah teman-teman sedang di dalam angkutan kota (angkot) atau bus kota (kecuali TransJ? dan bus ber-AC) ketika tengah hari, panas terik, capai, dan di sebelah kalian ada orang yang asik merokok dengan santainya? Itu bukan hal yang janggal, kan?Sebagian orang (termasuk saya) yang tak suka merokok, apalagi asap rokok, pasti situasi itu sangat mengganggu. Namun berapa banyak dari kita yang berani meminta (atau paling tidak berbicara dengan) si perokok agar mematikan rokoknya, sampai dia atau kita turun, karena kita merasa tak nyaman? Sebagian besar kita pasti malas (atau malu) karena tak mau (atau takut) dikomentari si perokok. Dan kalaupun kita berani bilang, mungkin si perokok berhenti merokok sambil bersungut-sungut.
“Yang ngerokok gue. ya hak gue lah!” belum lagi ditambah, “sewot banget!“
Pada teman-teman yang merokok: Pernahkah sekiranya kalian diminta untuk tidak merokok, tapi malah jadi kesal sendiri seperti kalimat di atas?
Merokok sudah sejak zaman purba menjadi budaya suatu suku. Merokok seolah simbol otoritas lelaki pada zaman itu. Ada juga tanda pengenal bahwa si perokok berat adalah kepala sukunya. Sekarang, tiap orang bebas memilih merokok atau tidak merokok, didasari kesadaran pada efeknya.
Ya, merokok memang bagian dari hak setiap orang. Merokok itu keinginan dan kebebasan siapapun. Dan kebebasan adalah salah satu hak asasi manusia yang hidup! Dengan kata lain, setiap pribadi pun punya hak kebebasan. Bagi perokok, merokok adalah pilihan dan kebebasannya. Dan bagi orang yang tak suka rokok, terhindar dari asap rokok JUGA pilihan dan kebebasannya.
Perokok berhak merokok dan orang lain berhak untuk tidak ikut menghirup asap rokok. NAH, dalam situasi ini kedua hak itu saling berbenturan. Hak siapa yang paling benar? Lihatlah situasi dan lokasinya.
Bagi teman-teman perokok, memang kalian punya hak merokok. Namun, coba lihat tempatnya. Saat di kendaraan umum dan di tempat umum yang udaranya tak terbuka, mengertilah bahwa ada orang lain, juga manusia, yang tak tahan dengan sebulan-sebulan asap rokokmu. Sadarkah kalian bahwa perokok pasif pun berisiko kanker paru-paru? Bersediakah kalian bertanggung-jawab jika sebelahmu itu asmanya kambuh hanya karena hakmu? Yaah, seperti kata Hosea (pinjem ya)..”semua manusia egois”.
Bagi teman-teman yang tak suka asap rokok, kalian pun punya hak untuk meminta (tentu dengan bahasa halus) agar si perokok menghentikan aktivitasnya itu bila sedang dalam kendaraan umum. Bila di tempat umum dengan udara terbuka, ada baiknya kalian yang menyingkir, karena toh hanya beberapa langkah udara yang terhirup masih bersih. Biarkan hak si perokok itu bila tempatnya bukan di tempat sumpek dan tertutup.
Setiap pribadi punya haknya. Jangan lupa, tiap pribadi bisa memicu perselisihan hanya karena rebutan hak!
Memang tak mudah memahami hak orang lain dibandingkan ngotot pada hak pribadi sendiri. Di sinilah perlu TOLERANSI. Kalau ada toleransi, cerita akhirnya pun akan kembali lagi ke hak masing-masing: si perokok kembali merokok setelah turun dari angkot dengan risiko berbagai penyakit karena pemenuhan haknya, dan orang yang suka asap rokok bisa bernafas lega karena pemenuhan haknya juga.
Saya sangat setuju seandainya di tempat-tempat umum pun disediakan ruang khusus bagi perokok, bukan di dalam ruangan tertutup rapat. Di ruangan terbuka bisa dibangun smoking shelter. Di dalam gedung, sediakan satu ruang khusus untuk merokok. Beres, kan?
Saya pernah merokok lalu berhenti karena pengalaman di keluarga yang saya lihat sendiri. Dan sekarang saya benci asap rokok, merokok, dan perokok, bukan rokoknya, bukan pribadi perokoknya.
Enschede0808 (c) Bhayu Prasetya



anak_baik 2:43 pm on 29 Agustus 2008 | #
Rokok yg beli gue, hak gue dong. Bung lu sadar kagak, sebenarnya orang merokok itu orang yg paling dermawan. Contoh ni ye,supaya otak lu ga mikir negatif ma perokok. Contoh: 1 bungkus sempurna a mild 16, harga bandrol Rp. 10500, pajak 36%, atau Rp. 3780 ditambah Rp. 35 / btg = rp. 560. total 3780 + 560 = Rp. 4340, berarti sumbangan kami ke kas negara sebesar Rp. 4340 / hari, emang sumbangan lu pada negara ada sebesar itu setiap hari?sadar lu
Alasan diedit: ubah huruf kapital
bypras 7:30 am on 30 Agustus 2008 | #
Hai, anak_baik
Bilang “hak” lagi ya? orang lain jg punya hak untuk hirup udara bersih..
Saya ga melarang orang merokok. itu hak mereka untuk merokok. dan hak saya juga untuk nulis soal merokok.
Tapi rupanya Anda ga memahami ruang lingkup tulisan saya yang mempersoalkan tempat merokok dan benturan hak anatarmanusia yang terjadi saat satu orang merokok. Itu saja. Di luar itu saya tidak (atau belum) membahasnya. Kalau mau hitung2an.. silakan..
Hitung juga berapa nominal CO yang terlepas ke udara untuk setiap batang yang anda hisap. Juga kerugian lingkungan akibt puntung rokok yang belum lagi dibuang sembarangan. Kalau diperpanjang, topiknya sudah melebar dari isi tulisan saya..
Satu lagi.. Kalau Anda berani menulis komentar seperti di atas, saya hargai. hak tiap orang untuk kasih komentar. Yang saya sayangkan, kalau Anda berani beri komentar itu, kenapa Anda tidak berani tunjukkan identitas Anda (seperti nama) yang sebenarnya? Apa Anda sekedar bicara (melu nyangkem)? Saya lebih menghargai orang yang berani sebut namanya ketika memberi komentar karena itu salah satu kesadaran dirinya dalam berkomentar… Kalau tidak sadar, untuk apa saya menanggapi?
Salam, Bhayu
dindindina 5:29 pm on 6 September 2008 | #
sebenernya gue ga peduli sama orang2 yg memilih untuk merokok. misalnya aja si anak_baik diatas. tapi harus ada tempat tersendiri. ruangan khusus ngerokok gitu. kalo diruangan itu terserah deh loe mo ngerokok sambil jungkir balik, sampe muntah2 juga terserah!
tapi yang bikin bete itu kan yg ngerokok ditempat2 umum, didepan anak2 kecil (bahkan bayi), dll. itu bener2 keterlaluan.
buat para perokok, gunakanlah hak anda tanpa melanggar hak orang2 lain. be wise, please…
coretanpinggir 4:59 pm on 11 September 2008 | #
Atau dengan kata lain, kalau bisa merokok di ruang publik tanpa mengeluarkan asap ya silakan
Kalau gak bisa ya jangan merokok di ruang publik. Berikut aku bantu rancangin alat merokok di ruang publik
:
http://coretanpinggir.wordpress.com/2008/05/17/now-you-can-smoke-in-public-area/
Salam hangat
Popop
hes 10:00 am on 15 Oktober 2008 | #
salut!
Kaka 10:28 am on 15 Oktober 2008 | #
up to y.. merokok dapat menyebabkan penyakit jantung .. dll
http://www.asephd.co.cc
Kang Ivo 6:58 pm on 5 Januari 2009 | #
Ada satu ide yang mungkin bisa jadi solusi bagi perokok pasif dan aktif. Yaitu rokok yang menyehatkan. Bisa diklik nama saya … mudah-mudahan … hatur nuhun