baiu
-
11:58:04 am on September 17, 2008 | # |
Entah kenapa, pagi ini (masih di kantor, dingin lagi) aku kok inget ada yang unik dari Bahasa Jawa. Kenapa kok mikirnya Bahasa Jawa? Ya, aku ndak tahu juga, mungkin karena setengah darah jawa mengalir dalam tubuh ini (duh! bahasanya itu loh), mungkin juga memori masa-masa SMA 3 tahun yang sehari-harinya tak jauh dari bahasa itu. Nah, yang lucu ini bukan bahasa tulisnya, melainkan bahasa lisannya.
Masih kuingat ketika ayahku (yang juga pernah kuliah di Jogja dan krama inggil-nya, bisa diadu dengan orang Jawa asli, hehe) dulu pernah cerita. Katanya begini:“Orang Jawa bilang besar itu gede. Kalau ada yang lebih besar lagi, bilangnya guede. Yang lebih lagi guede banget. Nah, yang besarnya nggak kira-kira ngguede buuaanget!” Kebayang nggak bagaimana ukuran yang ‘ngguede buaanget’ itu?
)Ada istilah untuk yang besar, tentu ada juga untuk yang kecil.
“Kecil itu cilik. Yang lebih kecil cuilik. Yang kecil sekali sekecil-kecilnya cuuiilik ming!“
Kalau yang paling kecil dari yang kecil-kecil? Ya, tinggal panjangkan saja u atau i-nya, jadinya cuuiiiiiiiliikk! Ayo coba, dalam Bahasa Indonesia resmi, adakah kata yang bisa menggambarkan sedetil-detilnya sehingga saat kita dengar kata itu, kita langsung bisa membayangkan betapa kecil/besarnya suatu benda?
Ada lagi, kata yang bahkan dalam Bahasa Indonesia sulit ditemukan terjemahannya yang pas. Kata-kata berikut muncul karena kita mendengar, merasa, atau juga melihat suatu kejadian, kemudian dibahasakan sekenanya. Yang ini bisa membuat kita tertawa kalau mendengar percakapan dengan Bahasa Jawa.
Kalau orang mengambil sesuatu dalam jumlah sedikit sekali, sebutnya sak jumprit/sak iprit. Misalnya, “Kok masakannya asin, ya? Padahal tadi garamnya cuma sak iprit.”
Kalau orang kaget karena ada suara mendenging (misalnya suara microphone), “As* (maaf biasanya ada pisuhan, hehe) kok mak ngiing gini?”
Istilah lain lagi, “Wah, nggak tahunya kecoaknya keluar mak bedunduk banyak banget.” Atau, “Mbok ya jangan langsung mak bedunduk begitu. Tenang dulu, istirahat dulu, baru cerita.” Yang ini mungkin arti dalam Bahasa Indonesianya terburu-buru atau tiba-tiba. Tapi kok, maknanya kurang begitu dalam atau ‘mengena’ ya?
Nah, kalau istilah mak nyus pasti sudah sering kalian dengar. Biasanya kalau kita lagi makan dan rasanya pas, enak sekali (seperti “Wisata Kuliner”-nya Pak Bondan). Bisa juga ketika kita merasakan sesuatu yang membuat kita lega dan nyaman lalu kita bilang mak nyussss.
Yang terakhir ini ada sangkut pautnya dengan air. Kalau kita lihat ada anak buang air kecil (halusnya: pipis) sembarangan, mak currr (hehe..). Kalau pipa air ledeng di rumah bocor, mak crit. Kalau air keran di kamar mandi mengalir deras, mak coorrr.
Itulah uniknya Bahasa Jawa. Mungkin juga ada istilah yang serupa dari bahasa daerah lain tapi sejauh ini yang kuanggap lucu ya itu.
Silakan cengar-cengir
Ada yang mau menambah?
Enschede1709 (c) Bhayu Prasetya



irma 10:16 pm on 17 September 2008 | #
huahaha..mak corr…kekeke.
awakmu pasti gak tau weruh “nggambas” to…??
opo jajal artine?
wenny 10:04 pm on 8 Oktober 2008 | #
berkunjung……
nambah satu lagi: omongan’e “mak jleeepp” hahaha….