KapurTulis

baiu

  • 09:10:30 pm on Februari 24, 2009 | # | 13
    Tag:,

    Senin (16/2) aku siaran di Heartbeat Station (internet radio indonesia) bersama dengan Ata yang tinggal di Kamboja. Waktu itu adalah sesi CULAS (Cuap-cuap Ga Jelas) yang isinya ngomong apa saja. Di tengah siaran, Ata mengemukakan satu topik yang bagiku cukup menarik untuk dibahas di blog ini.

    Ata menyebutkan suatu perilaku/sifat anak-anak muda Indonesia yang cenderung aneh. Aku menyebutnya aneh karena bukan hanya tidak biasa, tetapi aneh karena yang mereka lakukan bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman, risih, dan menilainya norak. Aneh bila mereka mengatakan mengikutinya dari cara-cara orang luar negeri (baca: bule), padahal yang mereka tiru itu yang salah. Dan yang Ata maksud adalah ‘orang Alay’ sembari memberikan tautan dari sebuah blog yang menyebutkan ciri-cirinya (klik di sini).

    Mungkin kalianlah yang lebih tau arti Alay. Aku sendiri masih mencari-cari maksudnya. Ada yg bilang alay itu kampungan, atau norak, atau aneh dari penampilan, gaya bahasa, gaya hidup yg ikut-ikutan anak-anak emo tapi sok tau tentangnya. Ada juga yg bilang alay itu orang yg suka nongkrong dipasar, celana sekolah skinny, tas skaters kulit palsu dipakai di atas pundak, rokok di kuping (kalau yg ini aku termasuk yg tidak setuju, karena itu salah satu hak mereka untuk berpenampilan dan tak ada yg salah dengan itu). Apapun itu, aku masih belum tahu pastinya dan masih ingin tahu arti tepatnya. Kalau kalian baca artikel ini dan tahu arti ‘alay’ bisa langsung beri komentar ya.

    Nah, kembali ke awal tadi. Selesai siaran, aku langsung post ciri-ciri alay itu di Facebook dan mendapat tanggapan yang seru rupanya dari Ata, Hosea, dan juga Arli.

    Ata sendiri menulis kemungkinan penyebab orang menjadi alay:

    Kadang kita jadi suka bertanya sendiri, emangnya kenapa anak muda jaman skrg alay bener yah? Cuma kayaknya jawabannya ada pada media sih, gimana para public figure yang semestinya mgkn memberi contoh baik malah bikin yg aneh aneh.

    Setuju? Ngga jarang public figure (kasarnya selebriti) Indonesia berpengaruh dalam gaya hidup anak muda. Yang paling simpel adalah cara berbahasanya. Ada kan seorang selebritis yang juga desainer (dan bikin lagu yg judulnya ‘Ijah’) sering sekali mengatakan ‘getoh’, dengan gaya bicara yang seolah sok asik, ketimbang ‘gitu’. Oke, kalau dalam konteks guyonan, masih bisa diterima.

    Sementara itu, Hosea menulis:

    Salah satu teman saya sampai sekarang masih menganggap saya ‘anak kurang gaul’ karena saya tidak pernah mau bergabung dengan gaya hidup mereka yang (imho) ugal-ugalan. Beberapa minggu yang lalu, saya justru sedikit mempertanyakan argumen mereka begitu saya melihat mereka minum2 bir dan wine di teras rumah mereka. Menenggak wine dari botolnya langsung dan minum bir pake cangkir kopi (apa ini salah satu kategori alay no. 21?). Siapa yang tidak “gaul”? Salah satu penyebab ke-alay-an anak-anak Indonesia adalah mengganggap bahwa menjadi alay’ adalah cool and mature. Kebanyakan dari mereka ingin mencoba menjadi ‘gaul’ seperti anak-anak Amrik yang berpesta pora di film-film Hollywood yang sebetulnya jauh dari realitas yang ada.

    Nah, pertanyaan bagus: Siapa yang tidak “gaul”?

    Dan DJ Husni (juga penyiar di Heartbeat Station) pun masih bisa berbangga dengan karakter yang tidak dibuat-buat dan tidak mengikut-ikut.

    Kalau mau dilihat2 Indonesia juga sebenarnya punya karakter sendiri yang sebenarnya lebih layak dan bagus untuk dibanggakan.

    Sampai titik ini, permasalahan yang kulihat adalah ketidakadaan prinsip hidup dalam diri orang yang menjadi ‘alay’. Ketidakberanian mereka mengayuh langkah berlawanan dengan arus sungai, lemahnya akar yang mencengkeram tanah sehingga mereka mudah terombang ambing angin yang menghempas. Pertanyaannya, beranikah kita berprinsip pada diri sendiri, tidak ikut-ikutan supaya dibilang “gaul”, berani berbeda?

    Aku ingat saat SMA, seseorang berkata:

    Mau jadi apa besok besar, kalau sekarang cuma bisa ngikut omongan orang?

     

Comments

  • Andrew 11:51 am on 25 Februari 2009 | #

    Alay yang artinya ga jelas dan asal katapun ga jelas menurutku bukan fenomena baru dan menurutku memang wajar. Ada period di mana seseorang masih mencari jati dirinya dengan meniru – niru orang lain. Namanya saja remaja (teenage), ga peduli di negara manapun yang namanya krisis identitas itu ada. Contoh yang nyata kita lihat di tahun 60-70 gaya hidup dan penampilan hippies itu keren. Trus masuk ke tahun 70-80 penampilan rambut berjambul ala lupus ato “grease” itu keren. Masuk ke era 80 akhir sampai 90 tampang boyband jadi ngetrend. Tahun 2000 emo jadi keren.

    Semuanya tergantung pribadi masing-masing, ada yang nyaman dengan penampilan mereka dan ada yang mencoba menjadi nyaman. Kalau udah lepas masanya krisis identitas, mereka kalo lihat masa-masa dulu pasti ketawa-ketawa sendiri. Ya to? Masalahnya ada beberapa orang yang ga ilang-ilang krisinya.. hehehe. Lepas tangan dah kalo buat yang itu.

  • ata-unoe 9:06 pm on 26 Februari 2009 | #

    aku mau jadi presiden pak.. buat membasmi orang alay..waakakak
    alay oh alay, memang itulah kenyataannya, sampai hari ini kita masih kurang bangga dengan negara kita sendiri, sampai sampai kita lupa, bahwa sebenernya Indonesia adalah negara yang kaya budaya, Indonesia adalah negara yang begitu kaya dengan suku bangsa, jadi kenapa sih masih saja kita sebagai WNI, masih memegang paspor indonesia, atau setidaknya masih memiliki KTP indonesia kok malu jadi orang indonesia dan kemudian jadi orang ALAY?
    kapan indo mau majuu?? wakakaka

  • aldo 12:40 am on 10 Juni 2009 | #

    wua…
    ga kebayang klo alay menguasai perbahasaan wakakakk ^0^
    bayangin aj dah lemes.
    baru lht FS td setelah lm banget ga lihat.
    eh isinya anak ABG alay semua..
    mg forum/komunitas sosial lainnya ga terjerumus jg.
    (jd bertanya, ad blog alay ga ya? wakakakak tah gmn isi tulisannya :D )

  • asw 7:14 am on 15 Juli 2009 | #

    sbnernya alay tu asalnya dri mna sih ? hadohh

  • pengamat amatir 10:55 am on 22 Juli 2009 | #

    sekedar info, alay awalnya dari istilah ‘anak layangan’ (anak kampung).

  • nn 4:41 pm on 19 Agustus 2009 | #

    di FB jg pd alay,… waakaaaakaka,…

  • domondo 6:03 pm on 27 Agustus 2009 | #

    jaaahhhh,, alay nih…. :D

  • yin 7:57 am on 6 September 2009 | #

    hado, jadi kesimpulannya, alay tte artinya yang bener apa ??
    anak lebay ? anak layangan apa alay laennn???
    @.@

  • napleprinces 2:34 pm on 20 Oktober 2009 | #

    Um..just keep our identinty.!

  • napleprinces 2:37 pm on 20 Oktober 2009 | #

    Aku termasuk org yg ska mnggunakan istlah aq,well itu semua dikarnakan utk mnghmat kata..jadi apa aq trmasuk alay?mav cma tnya…

  • napleprinces 2:41 pm on 20 Oktober 2009 | #

    Kembali pd individu masing2,keep identinty of our nation itu emang sangatlah penting,tapi ingatlah kita adalah negara demokrasi yang mana mempunyai hak dan pendapat masing2 yang tentunya tidk selalu sama!!ya jadi,sewajarnya saja…

  • DjeNy puNkeRs giRl 3:04 pm on 2 November 2009 | #

    Biech”, org alay buanyk bgt yach. .

  • nurul 4:28 am on 9 November 2009 | #

    yg pernah aq tahu arti alay tuh anak layangan, katanya seh anak yg suka ikutan nonton konser musix,…itu yg suka ada di bawah altar,
    itu seh yg aq tahu, n g tahu kalau ada arti laen…
    hehehe


Leave a Comment